Pages - Menu

Rabu, 25 Mei 2016

Dinara Safina






Biodata  Dinara Safina

Nama Asli                     : Dinara Mikhailovna Safina

Tempat Lahir                : Moscow, Rusia

Tgl Lahir                       : 27 April 1986

Tinggi Badan               : 185 Cm

Kewarganegaraan         : Rusia

Warna Rambut             : Coklat

Ayah                             : Mikhail Alexeivich Safin

Pekerjaan  Ayah           : Direktur Klub Tenis Di Moskow

Ibu                                : Rauza Islanova

Pekerjaan Ibu               : Pelatih Tenis

Saudara                        : Marat Safin


Kota








AMDAL: RKL dan RPL

Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
Definisi
RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian ANDAL.

Fungsi
Banyak manfaat dan fungsi dari pengelolaan lingkungan terhadap pembangunan atau suatu proyek, baik pagi pemerintah, pemilik usaha, dan masyarakat sekitar. Beberapa manfaat pengelolaan lingkungan hidup yaitu :
Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan sumber daya alam secara lebih luas.
Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di sekitarnya.
Menjaga agar pelaksanaan pembangunan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Bahan bagi rencana pengembangan wilayah dan tata ruang.
Menjamin keberlangsungan usaha dan/atau kegiatan karena adanya proporsi aspek ekonomis, teknis dan lingkungan.
Menghemat dalam pemanfaatan sumber daya (modal, bahan baku, energi).
Dapat menjadi referensi dalam proses kredit perbankan.
Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari konflik sosial yang saling merugikan.
Sebagai bukti ketaatan hukum, seperti perijinan.
Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat adanya suatu kegiatan sehingga dapat menghindari terjadinya dampak negatif dan dapat memperoleh dampak positif dari kegiatan tersebut.
Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan sumberdaya alam dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemrakarsa kegiatan, sehingga kepentingan kedua belah pihak saling dihormati dan dilindungi.
Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap nasib dan kepentingan mereka.



Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

Definisi
Rencana Pemantauan Lingkungan adalah upaya pemantauan untuk melihat kinerja upaya pengelolaan yang dilakukan.

Fungsi
Alat evaluasi terhadap mekanisme kerja suatu sistem pengelolaan lingkungan 
Mengetahui keunggulan & kelemahan pengelolaan lingkungan
Dapat memonitor secara dini perubahan perubahan kualitas lingkungan
Memperkecil resiko  dan potensi gugatan hukum dari pihak eksternal terhadap dampak kegiatan
Menjadi alat bukti dalam menilai ketaatan/kepatuhan pemprakarsa terhadap peraturan perundang-undangan
Meningkatkan citra baik perusahaan dikalangan pemerintah, konsumen, mitra bisnis dan masyarakat


SELENGKAPNYA BACA DI UU, PERMEN Lingkungan Hidup, banyak lho disana

RKL - RPL

RKL dan RPL

Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan
Apa saja hasil kajian AMDAL ?
  • K.A. ANDAL : Ruang lingkup kajian ANDAL yang merupakan hasil pelingkupan
  • ANDAL : Telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan
  • RKL: Upaya penanganan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • RPL : Upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Pengelolaan lingkungan adalah Upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi : kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup
RKL adalah Upaya penanganan dampak besar dan penting (+/-) terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Pemantauan lingkungan adalah kegiatan pemeriksaan dan/atau pengamatan yang dilakukan secara sistematis, berulang dan periodik, dan terencana
RPL adalah Upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting (+/-) akibat dari rencana kegiatan
Q: Mengapa Perlu Pengelolaan dan Pemantauan ?
A: Untuk mengembangkan dampak positif dan mencegah, meminimasi, serta mengelola dampak negatif
RKL – RPL merupakan pedoman pengelolaan LH untuk dampak positif maupun negatif, yang harus dikelola dan dipantau pada tahap pra konstruksi – konstruksi – operasi – pasca operasi Untuk komponen geo – fisik – kimia, biologi, sosial, ekonomi – budaya, dan kesehatan masyarakat
Fungsi RKL: meningkatkan dampak positif dan mencegah / meminimisasi / mengelola dampak negatif
Fungsi RPL: mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan lingkungan

Sistematika RKL

  • Pendahuluan (maksud & tujuan, pernyataan kebijakan, kegunaan)
  • Pendekatan pengelolaan lingkungan (Pendekatan teknologi, sosial ekonomi, institusi)
  • Rencana pengelolaan lingkungan hidup
  • Pustaka
  • Lampiran

Sistematika RPL

  • Pendahuluan (Latar belakang, tujuan, kegunaan pemantauan LH)
  • Rencana pemantauan LH
  • Pustaka
  • Lampiran
Isi pengelolaan
  • Jenis Dampak
  • Sumber Dampak
  • Tolok Ukur Dampak
  • Tujuan Rencana Pengelolaan LH
  • Rencana pengelolaan LH
    • Pendekatan (Tek./Sos.Ek./Inst)
    • Lokasi KL
    • Periode KL
  • Institusi Pengelolaan LH
    • Pelaksana
    • Pengawas
    • Pelaporan
Isi pemantauan
  • Dampak Penting yang dipantau
  • Sumber Dampak Penting
  • Parameter LH yang dipantau
  • Tujuan Rencana Pemantauan LH
  • Rencana pemantauan LH
    • Metode Pengumpulan dan Anlisis Data
    • Lokasi Pemantauan PL
    • Jangka Waktu PL
    • Frekuensi PL
  • Institusi Pemantauan LH
    • Pelaksana
    • Pengawas
    • Pelaporan
Tujuan Pengelolaan
  • Meningkatkan dampak positif
  • Mencegah dampak negatif
  • Meminimisasi dampak negatif
  • Mengelola Dampak negatif
Tujuan Pemantauan
  • Mengevaluasi Keberhasilan Pengelolaan
  • Mengubah metode pengelolaan
  • Merevisi RKL-RPL

Pendekatan pengelolaan LH

Pendekatan teknologi
  • Penanggulangan limbah dengan cara mengolah limbah atau cara lain ?
  • Mengembangkan konsep terasering
  • Mereklamasi bekas galian
Pendekatan SosEkBud
  • Melibatkan masyarakat
  • Memperhatikan kearifan lokal
  • Bantuan fasilitas umum
  • Menjalin interaksi sosial yang baik
  • Kompensasi yang saling menguntungkan
Pendekatan institusi
  • Kerjasama dengan instansi terkait
  • Pengelolaan melibatkan institusi

Catatan

Lokasi pengelolaan dan pemantauan
  • Sama ?
  • Berbeda ?
Periode pengelolaan dan jangka waktu pemantauan
  • Perhatikan Tahap Apa !
  • Lama Kegiatan ?
  • Besar dampak ?
  • Tingkat kepentingan dampak ?
Pembiayaan pengelolaan dan pemantauan
  • Sesuai struktur organisasi
  • Kaitan dengan pendekatan Pengelolaan
  • Mitra atau tunggal
Institusi pengelolaan dan pemantauan
  • Pelaksana
  • Pengawas
  • Pelaporan
  • Kesesuaian dengan struktur organisasi
  • Pengawas = Pelaporan ?
  • Nama instansi spesifik !
Ringkasan RKL dan RPL dalam Microsoft Excel
Ringkasan RKL RPL

Minggu, 03 Agustus 2014

Pacu Jalur



Pacu Jalur merupakan festival tahunan terbesar untuk masyarakat daerah kabupaten Kuantan Singingi khususnya pada ibu kota kabupatennya yaitu Taluk Kuantan yang berada di sepanjang sungai Kuantan. Pada awalnya di maksudkan sebagai acara memperingati hari-hari besar umat Islam seperti Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru Hijriah. Namun setelah kemerdekaan Indonesia, festival pacu jalur ini ditujukan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Indonesia. Pacu Jalur adalah perlombaan mendayung perahu panjang, semacam perlombaan Perahu Naga di negeri tetangga Malaysia dan Singapura, yaitu sebuah perahu atau sampan yang terbuat dari kayu pohon yang panjangnya bisa mencapai 25 hingga 40 meter. Di daerah Taluk Kuantan sebutan untuk perahu panjang tersebut adalah Jalur. Adapun tim pendayung perahu (jalur) ini berkisar antara 50 - 60 orang.


Sebelum acara puncak "Pacu Jalur' ini dimulai, biasanya di adakan acara-acara hiburan rakyat berupa tarian dan nyanyian untuk menghibur seluruh peserta dan masyarakat sekitar, terutama yang berada di Teluk Kuantan. Pada acara Festival Pacu Jalur tahun 2009 yang lalu, mulai di perkenalkan oleh Pemerintah Daerah setempat istilah "Jalur" Expo 2009, yaitu sebuah acara Pekan Raya berkaitan dengan Festival Pacu Jalur tersebut.


Tradisi pacu jalur yang diadakan sekali setahun pada peringatan perayaan hari kemerdekaan Indonesia menjadikan kota Taluk Kuantan sebagai tujuan wisata nasional. Perlombaan perahu panjang yang berisi lebih kurang 60 orang di Sungai Kuantan ini biasanya diikuti masyarakat setempat, kabupaten tetangga, bahkan juga ikut pula peserta-peserta dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

SEJARAH PERKEMBNGAN KOTA DAN PERENCANAAN KOTA




            Pemahaman terhadap perkembangan kota dapat dilakukan dengan menggunakan prespektif sejarah karena sejak ribuan tahun fenomena kota sudah dikenal di berbagai bangsa, walaupun mempunyai arti yang berbeda-beda. Pemukiman yang menjadi cikal-bakal kota sejak ribuan tahun yang lalu bertujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada penduduk dari berbagai kelompok masyarakat.
            Perkembangan kota dan perencanaan kota dapat diamati seiring dengan ovolusi peradaban
“ Mesir kuno(kota Babilonia), Peradaban Yunani (Kota Athena), Peradaban Yunani ( Kota Militer), Abad Pertengahan (Renaisance), Revolusi industry dan gerakan revormasi (Abad 20) “
Kota Zaman kuno
 - Mesir, kota-kota di aegea.
 - Beijing dan lukang
 - Kota Klasik, kota neo-klasik
 - Kota modern/pasca Revolusi Industri
            Apabila di tinjau secara dikotomis, perkembangan kota berdasarkan prespektif historis dapat di bedakan antara Kota Tradisional dan Kota modern.
A.     Kota Tradisional .
           Mempunyai pola-pola demografis dan ekologis yang dilintasi budaya tradisional setempat sehingga susunan kota-kota tradisional di pengaruhi oleh ctor-faktor yang membatasi pola susunannya. Yaitu keamanan dan persatuan, keterbatasan bahan dan teknologi, keterbatasan mobilitas, struktur social yang kaku, serta perkembangan yang agak lambat.

B.     Kota Modern.

Susunan kota yang di pengaruhi oleh ctor-faktor yang tidak di pengaruhi oleh batasan tertentu baik dalam komunikasi dan pengaruh pada masyarakat secara individual.

·         Sejarah Perkembangan Kota Dan Perencanaan Kota Di Indonesia.
·         Periode I ( abad ke-III-IX)
·         Periode II ( abad IX-XV)
·         Periode III (abad XV-XVIII)
·         Periode IV (abad XIX-XX)

Pada periode III, setelah kerajaan majapahit mulai runtuh dan jawa mulai tumbuh kota-kota gersik, Tuban, Banten, Batavi, Aceh di Sumatra, makasar di Sulawesi, sejalan dengan masuknya islam.
Pada periode IV (abad XIX-XX), kota-kota di asia tenggara makin tumbuh dan berkembang terutama sesudah adanya perjanjian wina dan dibukanya terusan suez. Dalam prespektif lain, periodisasi perkembangan kota di Indonesia dapat di bagi, Kota masa pra-kolonial dan masa colonial, Perkembangan kota-kota di Indonesia dimasa lalu tak dapat dilepas dari penyebaran agama islam. Dalam hal ini ada keterkaitan antara kedatangan islam dan pertumbuhan kota-kota pesisir. Melalui proses Islamisasi terbentuklah kota-kota bercorak islam di Sumatra,jawa, Maluku, Kalimantan dan Sulawesi, dan dapat di simpulkan bahwa tempat-tempat yang di datangi orang-orang muslim .
            Perkembangan kota di Indonesia dibagi dalam lima periode.
            - Masa kota-kota VOC
·         Masa awal urbanisai.
·         Masa perbaikan lingungan.
·         Masa revolusi.
·         Masa pembangunan berencana (1960-1970, 1970-1985, 1985-sekarang)


·         Sejarah Perkembangan Kota-Kota Terencana vs Kota Organik.
Banyak kota di barat yang di rancang dalam tradisi yang menyusun kota secara teknis, Kota-kota di bangun secara terencana (planned city) yang lengkap secara geometris. Struktur kota demikian sangat dipengaruhi oleh suatu tujuan dan rencana tertentu hingga proses yang terjadi pada pembangunan kota ini tidak penting karena sebelumnya sudah di atur dan terencanakan. Sebaliknya sebelum jaman modrn, kebanyakan kota-kota di luar dunia barat di bentuk oleh tradisi yang disusun secara ctora.
Kota-kota yang dibagun demikian dapat dikatakan kota tumbuh (growth city), dan kota tersebut dibangun dalam suatu kawasan tanpa memperhatikan perancangan secara keseluruhan.


·         Tipologi kota yang terdapat di Indonesia.
1.      Kota Tradisional,
Kota yang terbentuk dan dibangun oleh penguasa saat mendirikan pusat-pusat kerajaan ( kota Jogjakarta dan Surakarta)
2.      Kota dagang pra-kolonial .
Kota tradisional yang mengalami modivikasi, mesipun dominasi tradisionalnya masih sangat kuat . ( ctoral, banten, ctora).
3.      Kota ctoral Modern.
Kota yang mengacu prinsip konsep kota modrn dan produk industry dari Negara-negara maju.
Sebagian besar kota di indonesiapada dasarnya berasal dari perkembangan kota-kota tradisional. Konsep kota ini tradisional di Indonesia merupakan konsep yang berasal dari peradaban agraris yang bersifat tertutup .
·         Kehancuran Kota Tanpa Identitas.
Terdapat beberapa masalah yang di hadapi dalam implementasikan rencana tersebut, akan tetapi yang sangat menonjol adalah lemahnya penegakan ukum ( law enforcement ) dan kurangnya pelibatan masyarakat. Kenyataan menunjukan bahwa antara rencana yang di susun dengan realitas kehidupan di dunia nyata terdapat kesenjangan yang lebar. Pendekatan perencanaan dan rancangan ruang perkotaan di Indonesia selama ini sering kali menggunakan pola top-dwon dan kurang melibatkan unsur-unsur masyarakat pelaku ruang perkotaan . Perencanaan dan perancangan ruang perkotaan tidak semata-mata didasarkan kepada pendekatan yang obyektif-positivitis tanpa pertimbangan kenyataan subjektif-fenomenologis yang dirasakan oleh pelaku ruang sebagai penggunanya.
Disisi lain, kehancuran kota-kota di amerika saat itu salah satunya disebabkan system perencanaan kota yang berbasis pada efiseiensi. Perubahan yang cepat dengan tidak adanya penyeimbang fasilitas kota menimbulkan daerah kumuh yang sampai sekarang masih jadi masalah utama di berbagai kota di dunia . Sebelum merdeka pada tahun 1781, arsitektur amerika merupakan arsitektur colonial eropa yang telah disesuaikan dengan iklim dan tenaga kerja dan hasi bagunan setempat. Form Follow Function adalah gaya yang dianut dimana bentuk bangunan menikuti fungsinya
Contoh-contoh diatas memberikan penegasan bahwa sebuah kota yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya mengesampingkan peran warga lokal sebagai aktor  utama, maka lambat laun kota tersebut akan kehilangan citra dan identitasnya bahkan lebih jauh lagi mengakibatkan kematian dan kehancuran.
PERKEMBANGAN KOTA
DALAM KONSTELASI REGIONAL


·      Faktor Perkembangan Kota dalam Lingkup Wilayah.
Ada dua teori yang dikemukakan untuk menunjukan faktor-faktor  yang mempengaruhi laju perkembangan dan pertumbuhan kota-kota dalam wilayah yang lebih luas.
  1. Teori Basis ( Economi Base Theory)
  2. Teori Kutub Pertumbuhan ( Growth Pole Theory )

Menurut Teori Basis ( Economi Base Theory) dasar pendukung utama suatu kota berasal dari penjualan barang/jasa yang berada diluar komunitas, yang di sebut ekspor, yang membantu perluasan ekonomi lokal dengan menyediakan uang yang mendukung aktifias pelayanan. Barang yang di irim keluar di sebut basis dan pekerja yang berhubungan dengan penjualan lokal didalam komunitas disebut nonbasis, Dalam Teori Basis ( Economi Base Theory) ada dua konsep penting yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kota , Economi Of Scale dan Urbanization Economies .
                        Teori Kutub Pertumbuhan ( Growth Pole Theory ) menjelaskan perkembangan ekonomi kota dalam suatu wilayah yang luas, dimana terjadi sumber daya yang menyebar dan penyerapan sumber daya yang timpang. Teori ini juga di topang oleh alat-alat ukur ekonomi sehingga dapat menjelaskanimplikasinya pada perencacaan dan dinamis.
Berdasarkan teori ini tidak semua kota generatif dapat dikategorikan sebagai pusat pertumbuhan, karena pusat pertumbuhan harus memiliki 4 ciri.
            - Adanya hubungan interen antara berbagai macam kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.
            - Adanya Multiplier effect
            - Adanya konsentrasi geografis
            - Bersifat mendorong pertumbuhan wilayah belakangnya.


·   Peranan dan Fungsi kota Dalam Lingkup Wilayah .

Peran penting yang di emban oleh interaksi atau keterkaitan antara kota.
  1. Mewujudkan integrasi spasial, karena manusia dan kegiatanya terpisah-pisah dalam ruang.
2. Memungkinkan adanya diferensiasi dan spesialilasi dalam system perkotaan.
3. Sebagai wahana untuk pengorganisasian kegiatan dalam ruang.
4. Mengfalitasi serta menyalurkan perubahan-perubahan dari satu simpul ke simpul lainya .

                        Kota pada dasarnya merupakan pusat kegiatan dalam lingkup wilayah yang lebih luas. Peranan kota sebagai pusat kegiatan dalam suatu wilayah – nasional maupun lokal telah banyak di tunjukan dalam berbagai literatur Barat yang menyimpulkan bahwa kota berperan sebagai pusat industry manufactur atau sebagai pusat kegiatan pelayanan.
                        Di Indonesia, National urban development Strategy (NUDS,1985) telah mengidentifikasi empat fungsi dasar kota/perkotaan . Berdasarkan fungsinya dalam system kota-kota / system pusat permukiman nasional seperti diarahkan dalam rencana tata ruang Wilayah nasiolal (RTRWN. 1997), Kota-kota Indonesia terdiri dari pusat kegiatan Nasional (PKN), Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), Pusat Kegiatan Lokal (PKL).
                        Secara Ekonomi perkembangan sistem kota-kota global dipengaruhi oleh kapitalisme global, yang mempunyai ciri dalam komoditas aktivitas, struktur pasar dan organisasinya. Pertumbuhan kota yang semakin besar memunculkan desa-kota yang akhirnya terwujud wilayah kota mega, yang mempunyai struktur terdiri atas kota besar, wilayah pinggiran, desa – kota, desa berkepadatan penduduk tinggi, desa berkepadatan penduduk rendah dan kota kecil.

Kota Di Erope




Sabtu, 08 Februari 2014

10 Penemuan Ilmuwan Islam yang Memengaruhi Dunia


Kehidupan modern sekarang ini tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan Islam, mereka sangat berjasa atas berbagai kemajuan teknologi sekarang namun sayangnya mereka tidak terlalu dikenal dan bahkan terlupakan. Sedangkan Ilmuwan barat lebih dikenal padahal temuan mereka hanyalah pengembangan dari pemikiran para ilmuwan muslim terdahulu.  Berikut ini beberapa penemuan muslim yang luar biasa:

Operasi Bedah


Al-Zahrawi dan Kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-taliI terjemahan Latin

Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern adalah Al-Zahrawi(936 M -1013 M). Orang Barat mengenalnya sebagai Abulcassis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia Barat. ‘’Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al- Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,’‘ ujar Dr Campbell dalam History of Arab Medicine.

Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol.

Al- Zahrawi meninggalkan sebuah ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya bagi ilmu kedokteran yakni berupa Kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-taliI sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan sekolah kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume. Dalam kitab yang diwariskannya bagi peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedi, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika seperti deodoran, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil karya Al-Zahrawi.
Pesawat Terbang


 Ibnu Firnas dan Sketsa mesin terbangnya

Abbas Qasim Ibnu Firnas(di Barat dikenal dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).

Pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan ujicoba ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya, ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.

Pada tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia. Setelah versi finalnya berhasil dibuat, ia sengaja mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride)di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.

Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu terbilang sangat sukses. Sayangnya, karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat parah. Cederanya inilah yang membuat Ibnu Firnas tak berdaya untuk melakukan ujicoba berikutnya.

Abbas Ibnu Firnas wafat pada tahun 888, dalam keadaan berjuang menyembuhkan cedera punggung yang diderita akibat kegagalan melakukan ujicoba pesawat layang buatannya.

Walaupun percobaan terbang menggunakan sepasang sayap dari bulu dan rangka kayu tidak berhasil dengan sempurna, namun gagasan inovatif Ibnu Firnas kemudian dipelajari Roger Bacon 500 tahun setelah Firnas meletakkan teori-teori dasar pesawat terbangnya. Kemudian sekitar 200 tahun setelah Bacon (700 tahun pascaujicoba Ibnu Firnas), barulah konsep dan teori pesawat terbang dikembangkan.
Logaritma dan Aljabar


Al-Khawarizmi dan Kitab Al-Khawarizmi yang bernama lengkap Muḥammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Angka 0 (Nol)

Selain penemu Logaritma dan Aljabar, Al Khawarizmi juga dikenal sebagai penemu angka 0 (nol)  yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan oleh Al Khawarizmi. Sebelumnya para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan.

Optik


Ibnu Haytham dan Gambar optik mata

Ibnu Haytham atau Alhazen, begitu orang Barat menyebutnya, dunia memberinya gelar kehormatan sebagai Bapak Optik. Bernama lengkap Abu Ali Muhammad ibnu Al-Hasan ibnu Al-Haytham. Ia merupakan sarjana Muslim terkemuka yang lahir di Basrah, Irak pada 965 M.

Penelitiannya tentang cahaya memberikan ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler yang menciptakan mikroskop serta teleskop. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya. Konon, dia telah menulis tak kurang dari 200 judul buku.

Dalam karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Ibnu Haytham ini dikutip banyak ilmuwan. Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia (yang menjadi dasar teori optik modern) adalah ilmuwan Muslim asal Irak tersebut.

Selama lebih dari 500 tahun, kitab Al-Manadhir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Pada 1572, karya Ibnu Haytham ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus. Haitham juga mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Ia memberikan penjelasan yang ilmiah tentang bagaimana proses manusia bisa melihat. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.

Sayangnya, hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al-Manadhir, tidak diketahui lagi rimbanya. Orang hanya bisa mempelajari terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin. Kekurangpedulian umat Islam terhadap karya-karya ilmuwan terdahulu, telah membuat Islam tertinggal.

Mesin Robot


Al Jazari dan Diagram a hydropowered water-raising machine

Al Jazari (1136-1206) mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri pada abad ke-12. Lahir dari Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai Tigris dan Efrat. Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya.

Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.

Dia adalah penulis Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) tahun 1206. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya, Bukunya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat berbeda dengan karya ilmuwan lainnya, karena dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail hal yang terkait dengan mekanika. Dan merupakan kontribusi yang sangat berharga dalam sejarah teknik.

Donald Routledge dalam bukunya Studies in Medieval Islamic Technology, mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh Al-Jazari.

Universitas



Universitas Al-Qarawiyyin

Universitas Al-Qarawiyyin atau Al-Karaouine (bahasa Arab: جامعة القرويين) (transliterasi dari nama lainnya meliputi Qarawiyin, Kairouyine, Kairaouine, Qairawiyin, Qaraouyine, Quaraouiyine, Quarawin, dan Qaraouiyn) adalah universitas pertama di dunia yang berlokasi di Fes, Maroko yang didirikan pada tahun 859. Universitas ini telah dan terus menjadi salah satu pusat spiritual dan pendidikan terkemuka dari dunia Muslim.

Al-Qarawiyyin adalah bagian dari masjid, didirikan pada tahun 859 oleh Fatima al-Fihria, putri seorang pedagang kaya bernama Muhammad Al-Fihri. Keluarga Al-Fihri telah bermigrasi dari Kairouan (di sinilah asal nama masjid), Tunisia ke Fes pada awal abad ke-9, bergabung dengan komunitas pendatang lainnya dari Kairouan yang telah menetap di sebuah distrik barat kota. Fatima dan kakaknya Mariam, baik dari mereka berpendidikan, mewarisi sejumlah besar uang dari ayah mereka. Fatima berjanji untuk menghabiskan seluruh warisannya pada pembangunan masjid yang cocok untuk komunitasnya.

Penemuan Sabun



Salah satu penemuan penting yang dicapai umat Islam di era keemasannya adalah sabun. Sejak abad ke-7 M, umat Muslim telah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis yang mutakhir.

Menurut Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya berjudul, Technology Transfer in the Chemical Industries, kota-kota Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah dan Basrah (Irak) telah menjadi sentra industri sabun.

“Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradaban Islam,” papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan, sabun yang terbuat dari minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, pertama kali diproduksi para kimiawan Muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang telah mampu menciptakan formula sabun adalah Al-Razi, ahli kimia dari Persia.

"Hingga kini, formula untuk membuat sabun tak pernah berubah,” cetus Al-Hassan. Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman kejayaan sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan ada pula sabun batangan. Bahkan, pada masa itu sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut.

Selain itu, resep pembuatan sabun yang lengkap tercatat dalam sebuah risalah bertarikh abad 13 M. Manuskrip itu memaparkan secara jelas dan detail tata cara pembuatan sabun. Fakta ini menunjukkan betapa dunia Islam telah jauh lebih maju dibandingkan peradaban Barat. Masyarakat Barat, khususnya Eropa, diperkirakan baru mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M.

Perancang  Air Mancur



Dalam berbagai catatan sejarah Islam, terungkap bahwa umat Islam menjadi umat pertama yang menggunakan media air dalam rancangan sebuah taman. Maupun memanfaatkan media air untuk memperindah ruangan, baik di rumah, masjid, istana, dan taman umum.

Perancang beragam bentuk air mancur adalah Banu Musa Bersaudara hidup pada abad ke-9. Mereka adalah ilmuwan yang sangat aktif berkegiatan di Bayt al-Hikmah, Baghdad, Irak. Ini merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan perpustakaan dan penerjemahan beragam ilmu pengetahuan. Banu Musa bersaudara merupakan putra-putra dari Musa ibn Shakir yang bekerja sebagai ahli astrologi Khalifah al-Ma'mun. Pada saat Musa ibn Shakir meninggal, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih muda dalam lingkungan kekhalifahan.

Banu Musa terdiri atas tiga bersaudara. Yang pertama adalah Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir  (803-873). Dia memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. Kemudian, ada juga Ahmad bin Musa ibn Shakir (803-873) yang memiliki keahlian khusus di bidang teknik dan mekanik. Selain itu, juga ada Al-Hasan bin Musa ibn Shakir (810-873). Dia pun memiliki keahlian yang sangat dikuasainya, yaitu bidang rekayasa dan geometri.

Kitab al-Hiyal atau Kitab Perangkat Mekanik merupakan hal bernilai yang ditinggalkan Banu Musa bersaudara. Melalui kitab ini, mereka memberikan warisan berguna bagi perkembangan teknik dan arsitektur dalam dunia Islam.

Dalam kitabnya, Banu Musa bersaudara menciptakan rancangan pembuatan air mancur dalam beragam teknik dan trik. Mereka menerapkan beragam prinsip geometri dan fisika untuk membuat air mancur. Kitab tersebut juga memuat tujuh model atau rancangan air mancur.

Hukum Gravitasi Universal


Dunia mengenal Sir Isaac Newton (Principia, 1687) sebagai penemu pertama "hukum gravitasi universal" namun sebenarnya jauh sebelum Newton, ilmuan Islam yang juga salah satu dari Banu Musa Bersaudara bernama Abu Ja'far Muhammad ibn Musa ibn Shakir yang hidup antara tahun 803-873 di Baghdad, Irak. sudah menciptakan hipotesis akan adanya suatu Daya Tarik raksasa dalam pergerakan benda-benda luar angkasa.

Abu Ja'far Muhammad, yang memiliki keahlian khusus di bidang astronomi, teknik, geometri, dan fisika. dalam Kitab al-Hiyal, memberikan penjelasan tentang gerakan bola. Dalam buku tersebut, dia juga menuliskan penemuannya tentang benda-benda langit yang menjadi subjek dalam hukum fisika bumi.

Karya Abu Ja'far Muhammad lainnya adalah pembahasan tentang gerakan bintang dan hukum tarik-menarik. Ia mengungkapkan adanya gaya tarik-menarik antara benda-benda langit. Hal ini membuktikan bahwa hukum gravitasi Newton berlaku secara universal.

Itulah sebagian dari Penemuan Ilmuwan Islam yang Mempengaruhi Dunia masih banyak penemuan-penemuan lainnya semoga kita dapat membahasnya lain kali, dan terima kasih atas kunjungan sobat semua.